Januari
kelabu 2014..
air mata..
beribu cinta yang trabaikan..
Saatku seblum cahaya..
ku dalami kisahku dngan air mata
Kurenungi kisah kita dengan tangis sendu
hati ini trlalu sakit karena cintamu..
serpihan dmi serpihan luka kurasa
kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat
semakin kukenang semakin hancur hati ini
tapi mengapa, sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu..
bilur-bilur luka meleleh,
harapan cinta mengental,
mencoba memudaki tangis dan menghapus air mata dipipi..
mengapa, luka ini membuatku makin cinta??
kapankah airmata ini menjadi air yang benih dan tak keruh
kapankah derai tangisku terhenti menjadi setetes..
dan terakhir seharusnya tak perlu ku tangisi,
harusnya aku kuat,
harusnya tak perlu ku pertaruhkan air mata ini,
hanya demi 1 kenangan dan masa yang telah pergi..
tapi mengapa, mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya..
mengapa terus jatuh dan menumpah airmata yang perihkan hati ini..
hatiku kini menjadi perasa,
airmata ini jatuh,
jatuh untuk cinta yang telah mengabaikanku..
mataku yang menjadi saksi bagaimana airmataku jatuh
untuknya,
airmataku terus jatuh terlalu banyak dan berderai
terlalu lama menetes dan terus menumpah.
aku sendiri, bersama keluh kesahku yang tenggelam oleh suara tangisku bersama serpihan hati..
yang akan aku bawa sampai aku mati…
air mata..
beribu cinta yang trabaikan..
Saatku seblum cahaya..
ku dalami kisahku dngan air mata
Kurenungi kisah kita dengan tangis sendu
hati ini trlalu sakit karena cintamu..
serpihan dmi serpihan luka kurasa
kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat
semakin kukenang semakin hancur hati ini
tapi mengapa, sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu..
bilur-bilur luka meleleh,
harapan cinta mengental,
mencoba memudaki tangis dan menghapus air mata dipipi..
mengapa, luka ini membuatku makin cinta??
kapankah airmata ini menjadi air yang benih dan tak keruh
kapankah derai tangisku terhenti menjadi setetes..
dan terakhir seharusnya tak perlu ku tangisi,
harusnya aku kuat,
harusnya tak perlu ku pertaruhkan air mata ini,
hanya demi 1 kenangan dan masa yang telah pergi..
tapi mengapa, mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya..
mengapa terus jatuh dan menumpah airmata yang perihkan hati ini..
hatiku kini menjadi perasa,
airmata ini jatuh,
jatuh untuk cinta yang telah mengabaikanku..
mataku yang menjadi saksi bagaimana airmataku jatuh
untuknya,
airmataku terus jatuh terlalu banyak dan berderai
terlalu lama menetes dan terus menumpah.
aku sendiri, bersama keluh kesahku yang tenggelam oleh suara tangisku bersama serpihan hati..
yang akan aku bawa sampai aku mati…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar